ANTARA CACING PITA DAN ALKOHOL

Senin, 15 Ramadlan 1432 – sambil ngabuburit, ba’da istisyarah

Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi, karena semua itu kotor, atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Rabbmu Maha Pengampun, Maha Penyayang” [Q.S. Al-An’am (6): 145]

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan sungguh bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti? [Q.S. Al-Ma`idah (5): 90-91]

Tentang keharaman babi dan khamr, pasti semua sudah tahu. Dan ayat yang aku sebutkan (terjemahnya) di atas jelas menyatakan hal itu.

Babi diharamkan karena termasuk rijs, yaitu sesuatu yang kotor, menjijikkan, atau najis. Kita tentu tahu betapa menjijikkannya babi. Tampilannya yang kotor, baunya yang memuakkan, sifatnya yang penentang, dan tabiatnya yang jorok…. Bahkan, lebih parah dari ayam, babi tidak punya sifat cemburu…. So, nggak heran kalau Allah mengharamkan babi dan menggolongkannya dalam barang-barang najis.

Belum lagi, ternyata di dalam daging babi terdapat cacing pita yang kita semua tahu sifat-sifatnya.

Hampir sama dengan babi, khamr juga rijs…. Tambahan lagi, khamr (dan judi) adalah media yang digunakan syaithan untuk menimbulkan permusuhan dan kedengkian, serta manghalangi manusia dari dzikrullah dan shalat.

Hidup manusia adalah untuk beribadah, dan dzikir salah satu jalannya. Demikian pula shalat yang tiap hari diwajibkan sebanyak lima kali. Salah satu bukti bahwa khamr menjadi media untuk menghalangi seseorang dari shalat dapat kita lihat pada masa sebelum pengharaman khamr secara mutlak. Waktu itu, orang yang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat karena ucapan ucapan yang keluar dari mulutnya cenderung ngelantur. So, meski tampaknya shalat, hakikatnya dia seperti orang mengigau….

MUNGKINKAH BABI DAN KHAMR MENJADI HALAL?

Sebab pengharaman babi dan khamr hampir sama. Keduanya diharamkan karena faktor rijs. Hanya saja, khamr juga menjadi media syaithan karena efek akibat mengonsumsinya dapat dilihat secaara langsung.

Kalau babi dihidangkan secara higienis, cacing pitanya sudah disingkirkan, halalkah? Kalau dosis alkohol pada khamr diturunkan sampai tidak memabukkan, halalkah?

Ini adalah soal standar. Sebagai muslim, standar ukur kita tentu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Babi dinilai rijs oleh Al-Qur’an, dan bisa jadi hikmahnya baru dapat kita temukan beberapa masa mendatang. Ke-rijs-an babi bukan karena adanya cacing pita, yang pada masa kenabian belum terungkap keberadaannya. Ketika manusia sudah berhasil membudidayakan babi secara “bersih” , babi tetap rijs. Dan ternyata memang ada rijs berupa cacing pita pada tubuh babi. Sehingga, ketika cacing pita berhasil disingkirkan, babi tetap rijs. Yah, meski kita tidak tahu apa wujud rijsnya.

Khamr pun demikian. Rijs. Belakangan diketahui bahwa unsur memabukkan dalam khamr adalah alkohol. Ke-rijs-an khamr juga bukan karena adanya alkohol, tapi karena nas Al-Qur’an menyatakan demikian.

SAMA YANG TAK SAMA

Cacing pita banyak terdapat pada babi.

Alkohol adalah unsur  yang memabukkan dalam minuman keras.

Keharaman babi bukan karena adanya cacing pita. Artinya, kalau dalam daging babi ada cacing pita, maka babi itu haram; dan sebaliknya, meski tidak ada cacing pita dalam daging babi itu, maka daging babi tetap haram.

Namun kalau ada cacing pita pada daging sapi, maka daging sapi itu tidak menjadi haram karenanya. Sehingga ketika cacing pada daging sapi itu berhasil disingkirkan, maka daging itu menjadi layak dikonsumsi. Dan daging itu tidak menjadi najis karena bersentuhan dengan cacing pita. Artinya, hukum asal cacing pita itu tidak najis.

Keharaman khamr bukan karena adanya alkohol. Alkohol dalam khamr memang najis, karena ia merupakan bagian dari khamr. Namun tentu kita tidak dapat memutlakkan keharaman (dan kenajisan) itu untuk semua alkohol. Dan meski tak mengandung alkohol, khamr tetaplah haram. Contoh paling mudah untuk hal ini adalah cuka. Pembuatan cuka dan khamr melewati proses yang sejalur, hanya saja jalur cuka lebih panjang. Misalnya, jalur khamr kita umpamakan sepanjang tujuh sentimeter, dan jalur cuka dua kali lipatnya. Dari satu titik pemberangkatan, proses itu memiliki dua pilihan, khamr dan cuka. Kalau proses itu selesai, maka yang dihasilkan adalah cuka. Halal. Tapi kalau proses itu diselesaikan pada titik ke tujuh, maka yang dihasilkan adalah khamr. Haram. Uniknya, setelah dihentikan, proses itu masih dapat dilanjutkan hingga menghasilkan cuka. Namun cuka itu haram. Keharaman itu tidak lain karena proses pembuatan cuka itu bertolak dari wujud khamr. Ini tentu berbeda dari cuka yang langsung terbuat dari bahan ‘mentah’.

JADI, CACING PITA DAN ALKOHOL ITU HALAL YA?

Mungkin.

Yach, kalau saja cacing pita tidak memadlarati.

Kalau saja alkohol tidak memabukkan. Coz, segala yang memabukkan itu dihukumi khamr, meski secara fisik bukan khamr. Coba (perkirakan) saja, kalau kita minum segelas etanol selayaknya kita minum air putih, kira-kira mabuk tidak? Kalau ya, berarti alkohol haram dikonsumsi. Namun hukum alkohol secara fisik tetap berbeda dari khamr, yang haram diperjualbelikan.

SOLUSINYA?

Lihat Q.S. Al-An’am (6): 142 sebagai ganti cacing pita. Atau Q.S. An-Nahl (16): 14.

Untuk pengganti khamr, lihat Q.S. An-Nahl (16): 66, atau Q.S. An-Nahl (16): 69.

NOTE

Untuk masalah alkohol, mungkin artikel ini terlalu remeh dibandingkan dengan makalah seorang temanku yang berjudul HUKUM MEMAKAI MINYAK WANGI BERALKOHOL.

Surakarta, 16 Ramadhan 1432 / 16 Agustus 2011

Pagi yang cerah…

 

Iklan

4 responses to “ANTARA CACING PITA DAN ALKOHOL

  1. terlalu lebaii u smuaa jirr….
    kalo babi bisa milih juga dia ga mau di ciptain haram ,… u tanya aja ama pencipta lo, kalo babi haram ngapain juga dia cape” ciptain babi…. surat” lo di atas itu berlebihan broo……

    • menjiwai banget sih, anda…
      1) Allah tu ga pernah cape.
      2) justru babi itu diciptain haram buat nguji manusia, mereka manut pa gag…
      3) yg saya sebutkan di atas bukan surat2 saya, tapi kutipan terjemah ayat2 Al-Qur`an, kalam Allah…

      btw, yg lebai sbnrx sp si…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s