Antara Idul Fithri dan Idul Jum’ah

Maret 28, 2009

Kita sebagai rakyat Indonesia tentunya sudah gak asing lagi sama yang namanya Lebaran Ketupat; Hari Raya Idul Fithri, salah satu dari dua hari raya yang dirayakan. Hari itu hampir semua orang berbahagia, setelah sukses menunaikan ibadah puasa. Pada hari itu sekolah-sekolah libur. Pegawai-pegawai libur. Hanya aparat yang lembur. Sedemikian meriahnya Idul Fithri, sampai orang-orang sudah menyiapkan segalanya jauh-jauh hari. Baju baru, camilan dan hidangan, uang untuk berkunjung (silaturrahim) atau sekedar refreshing, atau semua hal, tentunya yang bisa dijangkau oleh ekonomi masing-masing pribadi….

Bahkan ada yang sampai nekad mencuri untuk mendapat baju baru…, Masyaallah…. Sebegitunya….

Padahal, Idul Fithri Cuma hari raya biasa, bukan hari metamorfosis. Tidak perlu baju baru, asal ada saja… pilih yang paling bagus….

Sholat Id dan Sholat Jum’ah.

Sholat Id hukumnya sunnah. Tapi banyak orang berbuat seolah sholat itu wajib. Sehingga orang yang ga pernah sholat pun ikut sholat…. Itu bagus, karena bisa jadi sholat Id-lah yang nantinya mensupport dia untuk rajin sholat….

Tapi nyatanya…, kalau dalam sholat Id yang sunnah kita pakai baju baru; kita bersiap jauh-jauh hari; kita bersemangat menghadiri…, mengapa kita tidak berbuat demikian untuk sholat Jumu’ah? Kita pergi ke masjid pake baju asal-asalan…. Yang pelajar pake seragam, yang pegawai pake baju dinas, yang aparat tetep pake atributnya…. Cuma yang kiai/ustadz/ulama/santri/takmir masjid yang pakai busana muslim…. Udah gitu, nyampe di masjid langsung ngobrol ngalor-ngidul…, tanpa beban, tanpa rasa bersalah, seolah tanpa dosa! Sebenarnya sholat Jum’ah itu wajib atau sunnah? Wajib!

Celakanya, malah ada yang ga ikut sholat Jum’ah…. Yang ngantor, yang nyupir, yang ngamen, yang jualan (meski jualannya di emperan masjid), yang dinas, yang nukang, atau apa saja….

Bukannya melarang beli baju baru di hari Idul Fithri…, tapi kalau kita berani beli baju baru untuk sholat sunnah, kenapa kita ga mau pake baju yang sopan pada sholat wajib? Kalau kita sampai bela-belain minta cuti untuk sholat sunnah, kenapa gak mau minta cuti untuk sholat wjib? Kalau untuk sholat sunnah ada libur nasional, kenapa untuk sholat wajib ga ada? Kenapa justru hari Ahad yang libur? Memangnya hari raya kita hari Ahad? Tidak, hari raya tiap pekan kita adalah hari Jum’ah/Jumu’ah…. Weekend umat islam sebenarnya adalah hari Jum’ah….

Surakarta, Sabtu 07 Maret 2009

10 Rabiul Awwal 1430

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s