Penguasa itu bernama Media

April 2, 2009

Akhir-akhir ini banyak yang berambisi untuk menguasai kita. Mulai dari manusia sampai media. Ya, media …

Coba ingat-ingat beberapa kejadian heboh….

Nine eleven…; saat sebuah tragedi menimpa sang super power Amerika…. Tragedi yang dilakukan oleh 19 pemuda…. Tragedi yang meluluh lantakkan simbol ekonomi dan pertahanan kaum Kapitalis…. Tragedi yang hampir menghancur leburkan simbol pemerintahan Imperialis….

Apa peran media? Ingat-ingat sendiri deh….

Lalu tragedi bom Bali, yang sangat memalukan bagi pemerintah Indonesia…. Yang justru meledak setelah Indonesia menyatakan bebas teroris…. Saat itu media begitu gencar memberitakannya…. Pelakunya ini itu…. Teroris…. Semua (hampir ding!) memojokkan Islam…. Saat Amrozi meragukan apakah efek ledakan itu berasal dari bomnya, media cuma menjadikannya berita sisipan…, berita yang tidak penting…. Media tak memberikan porsi yang sebanding dengan berita-berita yang memojokkan Amrozi dkk….

Puncaknya, sewaktu Abdul Aziz berusaha menyadarkan umat lewat salah satu bukunya, seorang ustadz segera membantah…. Rupanya dia tahu bahwa buku Imam bisa mengalahkan blow upmedia …. Dia tulis buku yang jauh lebih tebal daripada buku Imam Asy-syahid (kama nahsibuh; Allahu hasibuh). Dengan bukunya, dia giring pembaca untuk turut menginjak-injak Trio Bom Bali, bahkan mujahid-mujahid lain di segenap penjuru dunia…!

Kemudian propaganda perang melawan terorisme… Perang ini lebih condong kepada perang melawan Islam… Nyatanya, negara-negara yang diperangi selama ini adalah negara-negara yang berpenduduk muslim. Dan coba perhatikan, setiap kali pelaku teror adalah orang Islam, maka Islam ikut dibawa-bawa dalam pemberitaannya…. Tapi kalau si pelaku non muslim, tidak ada (atau mungkin jarang ada) yang membawa-bawa agama dalam permberitaannya….

Masih banyak peran media dalam menguasai manusia…. Banyak diantaranya yang menyudutkan Islam, mulai dari kasus poligami Aa Gym yang terkesan dibesar-besarkan, sampai sweeping FPI yang diberitakan sepihak (dan sepotong-sepotong…!)….

Guna menghadapi semua itu, ternyata dalam Islam telah terdapat trik khusus. Trik itu bernama tabayyun. Setiap kali mendengar berita (atau pernyataan) yang belum tentu benar, muslimin diperintah untuk tabayyun. Lalu, kapan berita (atau pernyataan) dianggap belum tentu benar?

OK, kita tentu tau bahwa berita (atau pernyataan) yang pasti benar itu adalah yang datang dari Allah dan RasulNya. So, semua berita (atau pernyataan) yang datang dari selain Allah dan RasulNya tergolong berita (atau pernyataan) yang belum tentu benar. Lalu bagaimana dengan berita (atau pernyataan) yang dibawa oleh ulama? Nah, karena ulama memakai aturan Allah dan RasulNya, maka berita (atau pernyataan) mereka dapat diterima. Tapi kalau mereka melenceng dari aturanNya, maka mereka sama seperti kebanyakan orang; perlu ditinjau berita(atau pernyataan)nya; perlu dicek.

Bagaimanapun, kita sebagai muslimin; pihak yang dipojokkan; pihak yang dirugikan, cuma bisa prihatin…. Maklum, meski mayoritas penduduk negeri ini muslim, tapi yang pro Islam cuma sedikit…, dan yang membela Islam lebih sedikit lagi…. Yang jelas, mari kita senantiasa bertabayyun….

Surakarta, Kamis 19 Maret 2009

23 Rabiul Awwal 1430

Entry Filed under: Uneg-uneg. .

1 Comment Add your own

1.  shofiyah  |  April 2, 2009 at 4:53 am

bikaos of dat wi mast be klever

ituh tulisan orang yang mau belajar B.inggris artina teh,,,
Karena itu kita harus CeRdAS MeDiA
^_^

okeh.., setuju deh…
slain itu juga harus saling tukar info, supaya pada cerdas…
ya khan..?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s