Wa Kanal Insanu ‘Ajula

من استعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

Antum yang pernah masuk ke dunia ushul fiqh tentu sudah tak asing lagi dengan kalimat di atas.

Btw, ngapain sih kali ini ana merasa perlu menulis kaidah ini tepat di bawah judul?

Hanya ada satu jawaban, yaitu: karena aku memang ingin menilik kaidah itu…, hehehe…

Gampangnya, arti kaidah itu adalah, “Barangsiapa yang tergesa meraih sesuatu sebelum tiba waktunya, maka dia akan dihukum dengan tidak boleh mendapatkan hal itu.”

Dalam kitab (tipis) yang pernah ana baca, ada contoh begini:

Ada seorang paman yang tidak memiliki ahli waris selain keponakannya. Entah mengapa si keponakan memutuskan untuk membunuh pamannya. Pada keadaan pertama, yakni sebelum dia membunuh pamannya, si keponakan sudah terjamin akan mendapat warisan dari harta sang paman. Namun setelah pembunuhan itu, hak sang keponakan pun gugur. Inilah maksud kalimat “dihukum dengan keharamannya”.

Masalahnya, sebenarnya pemberlakuan kaidah itu tidak terbatas pada hal itu saja…. Ada (setidaknya) satu hal yang sering luput dari kepedulian kita.

Terutama anak-anak muda…, yang mungkin juga termasuk aku… :p

Mayoritas pemuda pernah merasakan cinta…. Aku yakin itu.

Kita yang sedang jatuh cinta tentu ingin si dia tahu bahwa kita mencintainya. Akur? Ok! Sekarang apa yang kita lakukan? Biasanya kita ingin menunjukkan kepada si dia bahwa kita benar-benar mencintainya. Nah, di sinilah letak koreksi yang musti kita lakukan.

Masalahnya, menunjukkan kecintaan kita kepada si dia bisa jadi merupakan wujud ketergesaan atas suatu hal yang seharusnya belum menjadi hak kita. So, berdasarkan kaidah di atas, kita terancam kena “hukuman” jika melakukan hal itu….

Solusinya?

Menurutku, kalau memang kita merasa bahwa si dia harus tahu, maka tentu lebih baik beri tahu saja…. Tentunya hanya sekedar memberi tahu, tidak lebih. Setelah itu, kita usahakan untuk tidak terlalu dekat dengan dia.

Trus selanjutnya?

Ya terserah kita dong…. Tentunya kalau kita memang konsekwen, ya bisa dilanjutkan nantinya…. Tapi kalau tidak…, oh, alangkah kejamnya…!

Intinya, kalau memang benar-benar yakin bahwa si dia itulah yang cocok denganmu, maka jangan sampai terjerumus dalam “ketergesaan” yang nantinya justru membuatnya dipalingkan darimu…. Ingat! Keyakinanmu adalah apa yang tercermin dalam sikapmu….

Jombang, 05 Agustus 2012

Iklan

One response to “Wa Kanal Insanu ‘Ajula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s