Lepaskah Belenggu Itu?

Takbir telah berkumandang di seantero negeri. Masyarakat bersuka cita menyambut hari yang fitri. Namun tak jarang momentum ini justru menjadi ajang kesia-siaan, atau bahkan kemaksiatan.

Kita tentu maklum bahwa datangnya hari yang fithri ini berarti perginya bulan yang suci…. Ya…, bulan yang sarat keistimewaan itu telah pergi tanpa kita tahu apakah kita akan menemuinya lagi di kemudian hari.

Seperti yang biasa diceramahkan di berbagai forum, kita sebagai muslim seharusnya bersedih karena kepergian Ramadhan. Ya, di satu sisi kita memang bahagia dengan datangnya hari makan-minum, yaitu ‘Idul Fithri.

Kita tentu maklum bahwa ‘Idul Fithri merupakan saat yang tepat untuk menunjukkan kasih sayang di antara kita. Pada hari ini semua muslimin diwajibkan untuk menunaikan zakat fithrah. Ini adalah perlambang kasih sayang di antara kaum muslimin. Namun terkadang kita prihatin kala melihat beberapa pasang muda-mudi kongkow-kongkow di pinggir jalan, di tempat remang-remang, ata di tempat apapun yang “memungkinkan”.

Maaf, bukan berarti su’udhan, tapi bisakah kita menyangka bahwa mereka yang ada di sana itu adalah kakak beradik, atau mungkin pasutri? Tentu tidak.

Lalu kemana atsar bulan Ramadhan yang baru saja berlalu? Mana hasil tarbiyah yang seharusnya membekas dalam diri itu? Mengapa justru yang nampak pada malam ‘Idul Fithri justru hal-hal yang sama sekali tidak religius? Mengapa yang nampak justru kemubadziran dan foya-foya?

Kala kita semua maklum bahwa para syaithan dibelenggu pada bulan Ramadhan, apakah mereka kini sedang merayakan kebebasan yang baru saja didapat?

Pasuruan, Selasa 21 Agustus 2012

03 Syawwal 1433

Iklan

One response to “Lepaskah Belenggu Itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s