Tahni`ah, Mengapa Dibikin Susah?

Mungkin postingan kali ini bisa dibilang terlalu telat…, but, gpp deh…

gini…

Pas hari ‘Idul Fithri kemaren, aq sekeluarga berkunjung ke rumah seorang kerabat. Itu biasa. Kebetulan waktu itu ada seorang ustadzah, yang juga kerabat dari kerabatku itu, yang datang ke sana. Itu juga biasa. Seperti biasa, Bunda dan adik-adik perempuanku menyalami ustadzah itu, sedang aku dan adik-adik lelakiku nggak. Itulah seharusnya. Yang agak ngganjel, sewaktu menyalami, Bunda mengatakan “Taqabbalallahu minna wa minkum”… Entah waktu itu sang ustadzah balas mendo’akan atau tidak, yang jelas aq dengar komentar, “nggak ada tuntunannya. Seharusnya sewaktu masih di mushalla (lapangan or masjid)”

mungkin alasannya karena shahabat melakukan itu pas bubaran shalat ‘Id, dan semestinya itu masih pada di mushalla…

but, bagiku, hal itu cukup ngganjel…, tp gmn ngomongnya yaaa…?

gini aja deh… (pake poin2):

  1. Dasar tahni`ah itu adalah perbuatan para shahabat. So, itu baik, cz para shahabat ga mungkin bersepakat atas kebatilan.
  2. Dalam riwayat, disebutkan bahwa para shahabat melakukannya sesudah shalat.
  3. Masalahnya, apa lantas bisa diartikan bahwa mereka sudah tidak melakukannya setelah bubaran dari mushalla? Karena, ketiadaan penyebutan itu belum tentu berarti peniadaan peristiwa.
  4. Kalaupun para shahabat hanya melakukannya di mushalla, apa lantas berarti tidak boleh mengucapkan tahni`ah setelah bubaran dari mushalla?
  5. Toh, muatan tahni`ah itu sendiri berupa do’a…. Mengapa tidak boleh mendo’akan saudara sesama muslim, meski sudah keluar dari mushalla?
  6. Apalagi (jelas) sewaktu di mushalla tidak mungkin bisa menemui semua orang kan…?
  7. So, kudunya, tahni`ah tu boleh diucapkan kapan saja, selagi masih dalam suasana ‘Idul Fithri…

Jadi, kenapa musti dibikin sulit…?

Entahlah…, meski santri, tp aq tergolong mbeler…. So, mungkin uraian-tanpa-analisis-ku di atas gak bisa diterima…

Maaf buat semua pembaca atas segala kekhilafan postingan ini…. Trims (lebih tepatnya jazakumullahu khoiron) atas kelonggarannya membaca artikel ini…

Jombang, 21 Agustus 2013

15 Syawwal 1434

Kamis, 23.30 PM

Iklan

One response to “Tahni`ah, Mengapa Dibikin Susah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s