Dawn Praying Should be Our People Culture

Dawn Praying and Its Benefits

By: Abdul Rozaaq Muttaqiin – 5.15.06.14.0.036

 

Course   : Argumentative Writing

Lecturer : Ahmad Affandi, M.Pd.

Class      : English Education IV – Afternoon

 

Muslim people have several obligations to do, such as praying. They are responsible for five main prayings, with the certain times for each. One of these prayings is Subh (dawn praying), which must be done at dawn. Unfortunately, there are people who disobey this obligation. As muslims, this praying should have been our culture because of its obligatory. Besides, we will get several benefits as follow:

First, dawn praying prepares us to get our daily gifts. It’s commonly happen that people begin their activity to earn some money since early morning. This phenomenon matches what muslims have to do, dawn praying. After praying, people can continue their jobs, so they don’t lost their chance to reach Allah’s gift.

Baca lebih lanjut

PUTUSKAN SEKARANG JUGA

PUTUSKAN SEKARANG JUGA

Oleh: AR Muttaqin

Jengkel, marah, heran, dan seabrek perasaan lain bisa saja muncul kala ada seorang yang kita tahu biasa melakukan hal-hal buruk dengan enjoy, lantas tiba-tiba menasihati kita untuk tidak berbuat sepertinya.

Sebagai santri, tentu kita tahu bahwa nasihat itu memang baik, terlepas dari siapa yang memberikan nasihat. Tapi, secara manusiawi, sepertinya ada yang kurang sreg kalau nasihat seperti itu disampaikan oleh orang yang tidak cukup baik. Siapa dia, menasihati kita? Apa dia lupa dengan perbuatannya selama ini?

Kira-kira, apa alasan mereka?

Mungkin saja kawan/senior kita tadi ingat dengan pelajaran hadits yang pernah dia dapatkan:

«مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ» رواه مسلم

Barangsiapa yang mencontohkan suatu contoh yang baik dalam Islam ini, maka baginya pahala dia, berikut pahala (semisal pahala) orang-orang yang mengamalkannya setelah dia, tanpa mengurangi pahala orang-orang itu sedikitpun. Dan barangsiapa yang mencontohkan suatu contoh yang buruk dalam Islam ini, maka baginya dosa dia, berikut dosa (semisal dosa) orang-orang yang mengamalkannya setelah dia, tanpa mengurangi dosa orang-orang itu sedikitpun.

Baca lebih lanjut

Sosmed, oh sosmed…

yang aku rasakan,,, akhir-akhir ini aku sudah hampir tidak pernah mengupdate artikelku di blog…

padahal, di sosmed, wacap misalnya, banyak hal yang seharusnya di-share dengan banyak orang…

yach,, memang dengan wacap kita bisa share,

tapi apakah itu bisa dijadikan referensi?

kita membuat karya ilmiyah misalnya,

bisa kita cantumkan alamat suatu blog sebagai sumber.

Tapi, bisakah kita cantumkan nama akun whatsapp, bbm, instagram, dan semisalnya itu?

sayang sekali….

Tahni`ah, Mengapa Dibikin Susah?

Mungkin postingan kali ini bisa dibilang terlalu telat…, but, gpp deh…

gini…

Pas hari ‘Idul Fithri kemaren, aq sekeluarga berkunjung ke rumah seorang kerabat. Itu biasa. Kebetulan waktu itu ada seorang ustadzah, yang juga kerabat dari kerabatku itu, yang datang ke sana. Itu juga biasa. Seperti biasa, Bunda dan adik-adik perempuanku menyalami ustadzah itu, sedang aku dan adik-adik lelakiku nggak. Itulah seharusnya. Yang agak ngganjel, sewaktu menyalami, Bunda mengatakan “Taqabbalallahu minna wa minkum”… Entah waktu itu sang ustadzah balas mendo’akan atau tidak, yang jelas aq dengar komentar, “nggak ada tuntunannya. Seharusnya sewaktu masih di mushalla (lapangan or masjid)”

mungkin alasannya karena shahabat melakukan itu pas bubaran shalat ‘Id, dan semestinya itu masih pada di mushalla…

Baca lebih lanjut

Lepaskah Belenggu Itu?

Takbir telah berkumandang di seantero negeri. Masyarakat bersuka cita menyambut hari yang fitri. Namun tak jarang momentum ini justru menjadi ajang kesia-siaan, atau bahkan kemaksiatan.

Kita tentu maklum bahwa datangnya hari yang fithri ini berarti perginya bulan yang suci…. Ya…, bulan yang sarat keistimewaan itu telah pergi tanpa kita tahu apakah kita akan menemuinya lagi di kemudian hari.

Baca lebih lanjut

Wa Kanal Insanu ‘Ajula

من استعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

Antum yang pernah masuk ke dunia ushul fiqh tentu sudah tak asing lagi dengan kalimat di atas.

Btw, ngapain sih kali ini ana merasa perlu menulis kaidah ini tepat di bawah judul?

Hanya ada satu jawaban, yaitu: karena aku memang ingin menilik kaidah itu…, hehehe…

Gampangnya, arti kaidah itu adalah, “Barangsiapa yang tergesa meraih sesuatu sebelum tiba waktunya, maka dia akan dihukum dengan tidak boleh mendapatkan hal itu.”

Dalam kitab (tipis) yang pernah ana baca, ada contoh begini: Baca lebih lanjut