PUTUSKAN SEKARANG JUGA

PUTUSKAN SEKARANG JUGA

Oleh: AR Muttaqin

Jengkel, marah, heran, dan seabrek perasaan lain bisa saja muncul kala ada seorang yang kita tahu biasa melakukan hal-hal buruk dengan enjoy, lantas tiba-tiba menasihati kita untuk tidak berbuat sepertinya.

Sebagai santri, tentu kita tahu bahwa nasihat itu memang baik, terlepas dari siapa yang memberikan nasihat. Tapi, secara manusiawi, sepertinya ada yang kurang sreg kalau nasihat seperti itu disampaikan oleh orang yang tidak cukup baik. Siapa dia, menasihati kita? Apa dia lupa dengan perbuatannya selama ini?

Kira-kira, apa alasan mereka?

Mungkin saja kawan/senior kita tadi ingat dengan pelajaran hadits yang pernah dia dapatkan:

«مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ» رواه مسلم

Barangsiapa yang mencontohkan suatu contoh yang baik dalam Islam ini, maka baginya pahala dia, berikut pahala (semisal pahala) orang-orang yang mengamalkannya setelah dia, tanpa mengurangi pahala orang-orang itu sedikitpun. Dan barangsiapa yang mencontohkan suatu contoh yang buruk dalam Islam ini, maka baginya dosa dia, berikut dosa (semisal dosa) orang-orang yang mengamalkannya setelah dia, tanpa mengurangi dosa orang-orang itu sedikitpun.

Baca lebih lanjut

Iklan